ARGOPURO : NEGERI SANG DEWI -[Chapter 1]-

Persiapan

Persiapan

“Kalau ada yang bilang Indonesia itu Indah, percayalah kawan, itu benar adanya”

          Pesona masyarakat Jawa atau yang terkenal dengan sebutan Java tak pernah lekang oleh waktu. Masyarakat Jawa memiliki budaya, tradisi, legenda, dan kepercayaan yang sangat kental. Mulai dari Sabang sampai Merauke tak pernah lewat dari yang namanya pesona budaya.  Salah satu pesona dari legenda yang beredar di masyarakat Jawa, khususnya Jawa Timur “mereka”  temukan di sini, di  kedalaman belukar dan rimba Gunung Argopuro.

Continue reading

Merbabu : The Journey Of Daśa

Video

Merbabu : The Journey Of Daśa
@rimbaboyandgirl | http://www.rimbaboyandgirl.wordpress.com

Rimba Boy and Girl [RBG] tempat kami bernaung untuk berbagi. Kami hanya ingin berbagi kisah kami, berbagi setiap kisah perjalanan kami.

Perjalanan kali ini penuh dengan dilema, perjalanan yang kami lakukan pada awal tahun 2013. perjalanan untuk mencari “Arti Sebuah Sahabat”. Perjalanan yang mengajarkan kami untuk lebih “Bijaksana pada setiap langkah kami”

Yap ini kisah kami untuk kalian, kisah untuk kamu dan teman – teman kamu

Special Thanks

- Rimba Boy and Girl
- SANDITALA
- MANGGALA Merbabu

KISAH MERBABU DAN 2 SAUDARA : THIS IS NOT THE END – YANG INI JUGA BUKAN EPILOG

YANG INI JUGA BUKAN EPILOG

        Kalau ditanya kenapa menulis lagi?? Karena kisah ini tak akan habis di ceritakan hanya dengan 13000 kata. Belum cukup menggambarkan bahwa rindu ini membuncah untuk melakukan perjalanan macam itu lagi.

Dan bagian ini,

        Khusus kupersembahkan untuk beberapa sahabat dalam rombongan yang sangat menginspirasiku dalam perjalanan ini. Juga orang –orang dan saudara se-pribumi yang kami temui selama perjalanan ini berlangsung. Sungguh dari wajah –wajah manusia itu ada sejuta kisah yang indah.

Shadow 2

Sinta

Smile

Horeee

Continue reading

MERBABU DAN KISAH DUA SAUDARA LAST PART [LUKISAN SENJA DI BATAS LANGIT MERBABU]

BUKAN EPILOG

Bagian ini khusus aku persembahkan untuk Kalian, sahabat –sahabat jauh yang tak pernah bertatap muka, berjabat tangan, dan berpeluk hangat, tapi masih mau meluangkan waktu, pikiran, hati, dan tenaga untuk membaca kisah kami.

Untuk kalian yang masih setia bertanya, pada kami lewat berbagai media terhubung, jejaring sosial, dan lain –lain, tentang bagaimana kelanjutan dari kumpulan coretan hati ini, yang masih bertanya tentang kelanjutan kisah ini

“Sinta, kemana lanjutan cerita Merbabunya?”

Atau

“Hey, tulisannya mana lagi? Penasaran nih”

Dan untuk kalian, hanya 2 kata yang bisa kami lontarkan dan teriakkan ke udara dan langit. Biar bulan, bintang, dan semesta jadi saksinya, 2 kata itu untuk kalian, Kawan..

T E R I M A  K A S I H !!!!!!

2 kata itu simbol persahabatan kita…

Walaupun banyak dari kita belum saling mengenal dan bertemu, percaya ya Kawan. Semangat kalian yang membuat kisah ini terus berlanjut.

***

Kalau ada yang bertanya, bagaimana kelanjutan kisah aero dan aera? kemana mereka pergi? Bagaimana nasib mereka?, atau tentang bagaimana kisah perjalanan kawan –kawan di lereng Merbabu?

Ini adalah akhirnya, Kawan…

Ini adalah akhirnya, tapi bukan yang terakhir…

Sunset

Sunset

Dimas at Sunset

Karina at Sunset

Continue reading

MERBABU DAN KISAH 2 SAUDARA PART 5 [AIR MATA DI LERENG MERBABU]

Nama saya Sinta Muliyasari. Orang biasa memanggil saya Sinta. Sebagian sahabat punya nama kecil untuk saya, nama kecil itu Nta. Entah siapa yang pertama memanggil saya seperti itu, tapi nama itu sudah melekat dan rasanya jadi identitas diri sendiri untuk saya sebagai wanita.

Hari ini….Hmmmmm coba kita tengok kebelakang apa saja yang saya lakukan di hari yang kelabu ini. Yang jelas hari ini hari tersendu saya sebagai seorang wanita. Jangan Tanya kenapa dan bagaimana.   Jangan tanya itu. Karena bagaimanapun juga hati wanita lebih dalam dari lautan untuk menyimpan sebuah rahasia, apalagi sebuah luka. Yang jelas, pagi ini dimulai dengan membuka situs jejaring sosial dan menemukan fakta yang sangat menyakitkan untuk seorang wanita macam saya ini. Dengan predikat wanita tegar pun tidak mampu membuat saya tak jatuh dalam masalah sedalam ini. Dan dengan segala kepenatan yang ada dan sahabat yang sedang tak bisa berada di samping saya, penat itu kemudian berubah menjadi rangkaian kata yang meluncur menuju wall post sebuah grup di jejaring sosial tersebut. Sebuah grup yang tak pernah pandang dari mana orang itu berasal, dan punya tag line seperti ini – Mari Bersahabat, Mari berbagi.

Dan rangkaian kata yang tersusun sebagai kalimat yang berada di wall post grup itu kurang lebih seperti ini :

“kawan2!!..saya sedang “Feel Blue” nih [bukan film biru ya!!] lagi sedih sekali, tolong semangatkan saya dong!!! :) :)”

Dan wall post ini kemudian menggugah beberapa orang berkomentar. Ada yang benar – benar menyemangati, ada yang hanya berteriak ‘semangat’ dan berlalu, ada yang berpetuah panjang lebar. Semua tak mempan, hingga satu kalimat dari salah seorang kawan di grup itu membuka pikiran saya untuk sekedar bersyukur dan berbagi kisah.

Sebut dia Mas Eross, dengan kerendahan hati dan kepeduliannya terhadap orang lain yang bahkan tak dikenalnya membuat saya berfikir 2 kali untuk sekedar menyalahkan orang lain. Berbeda dengan kawan –kawan di grub yang mengomentari langsung di wall post yang saya kirim. Mas Eross berkomentar di sebuah foto profile yang sudah lama tak saya pajang di situs jejaring sosial milik saya.

Foto itu menampilkan sebuah gambar dua anak manusia yang sedang tersenyum lebar. Dua wanita dengan segala latar belakang kehidupan berbeda. Salah satunya saya dan wanita lainnya adalah sahabat seperjuangan. Saya dengan jaket biru tua yang kebesaran tersenyum sumringah dengan tangan berbentuk V merangkul wanita disamping saya yang juga tersenyum lebar, dengan latar belakang awan –awan di ketinggian dan desa –desa yang membentuk kotak –kotak cokelat tua di kaki gunung dibawah sana, di kaki gunung yang saat itu telah saya daki.

Tepat dibawah gambar manusia –manusia dengan senyum sumringah itu Mas Eross berkomentar :

”kenapa harus sedih, sis? Inget dan bayangin lagi deh perasaan waktu ada di tempat yang ada di gambar ini? ga semua orang bisa dan dapet kesempatan berdiri di atas sana. klo kata temen saya, banyak –banyak bersyukur aja :-). mari bersahabat.. mari berbagi untuk indonesia..jangan sedih lagi ya sis..”

Dan saya….

Tercenung …Menyesal…

Membaca komentar  itu, mengingatkan saya tentang sebuah perjalanan hati bersama sahabat –sahabat terbaik. Membaca komentar itu membuat saya rindu tentang perjalanan dengan proses. Mas Eross dengan segala kerendahan hatinya, menghibur saya dengan cara yang juga sederhana.

Dan saya tiba –tiba ingin menulis tentang bagaimana rasanya berdiri di atas sana. Dengan awan –awan dan sahabat terbaik, juga dengan langit yang seakan tergapai, tentang perasaan berada di atas tempat tinggi yang seperti menyentuh langit, menyentuh tubuh Sang Pencipta yang tiada duanya. Dan tulisan ini selain untuk kalian kawan, kupersembahkan untuk Mas Eross, sahabat jauh yang tak pernah berjabat tangan, tapi mampu membuat saya tersenyum dan bersyukur untuk kesempatan menundukkan kepala dan berdoa, dan atas segala kesempatan untuk saling mendengarkan dan berkata.

***

Continue reading