Batukaras The Hidden Place


 

Berawal dari gagalnya rencana perjalanan untuk mendaki sebuah gunung di bilangan Jawa Timur. Aku dan kawan –kawan lainnya ga habis akal untuk tetep keukeh jalan –jalan keluar kota Jakarta. Kita cuma lagi ingin lari dari hingar bingar kota, dan kalau ga bisa mendaki dan ketemu hutan, minimal kita harus cari akses wisata pantai yang sepi dan ga ramai. Dan pilihan jatuh ke pantai Batu Karas. Mungkin banyak orang yang belum terlalu familiar dengan nama pantai ini, terbukti beberapa hari setelah kembali ke Jakarta, kawan –kawan lain bertanya kepada kami,
Sebut saja Budi : Kemarin jadi jalan –jalan?
Aku : Jadi
Sebut saja Budi : Kemana?
Aku : Batu Karas
Sebut saja Budi : Oh, Batu Karas.
Aku : Tahu? Pernah kesana juga ya?
Sebut saja Budi : Engg..ga sih. Emang dimana?

Atau pada kasus yang ekstrem,

Sebut saja Andi : Kemarin jadi naik Argopuro? ( sebuah gunung di Jawa Timur)
Aku : Ga
Sebut saja Andi : Oh, jadinya naik gunung apa?”
Aku : Ga, gue ke Batu Karas.
Sebut saja Andi : Oh, Batu Karas.

Hening sejenak…

Sebut saja Andi : Ngomong –ngomong Batu Karas gunung di daerah mana?
Aku : ????!!!!


Begitulah , Kawan. Batu Karas memang tidak setenar Pelabuhan Ratu, Anyer, atau bahkan tetangga dekatnya Pangandaran. Tapi Batu Karas mempunyai keunikan dan keasriannya tersendiri. Terlebih dengan penduduk setempat yang ramah. Semua hal di Batu Karas seperti satu kesatuan yang menyambut rombongan kami begitu tiba di Pantai itu. indah. Indah dan SEPI. Hal yang memang sedang kami cari –cari.
Kami tiba di Batu Karas sore menjelang magrib. Setelah perjalanan yang lumayan panjang dengan menggunakan jasa Bus AKAP dari terminal kampung rambutan. Kami tiba di Terminal Pangandaran pada pukul 16.00 kurang lebih. Setelah bingung sebentar mau cari penginapan di Pantai Pangandaran atau Batu Karas, pilihan akhirnya jatuh ke Pantai Batu Karas. Dan pilihan kami terbukti tak salah. Selain indah dan sepi, akses menuju tempat wisata Cukang Taneuh atau yang lebih di kenal dengan Green Canyon dari pantai Batu Karas juga dekat. Tinggal nyewa motor, atau angkot dengan harga lumayan murah dan driver yang ramah, kita sudah sampai di objek wisata Green Canyon.
Green Canyon juga punya cerita dan keunikan tersendiri. Kami ditantang untung mengarungi sungai (Body Rafting ) yang ada di celah-celah tebing yang cantik luar biasa. Jangan takut kalau merasa ga bisa berenang, karena guide disana siap membantu kita untuk ber –body rafting, dilengkapi juga dengan pelampung. Kapan lagi bisa pamer foto-foto kita yang sedang berenang di sungai atau sedang berada di atas tebing yang hijau dengan air terjun kecil di kanan kirinya.
Oh, oh, iya hampir lupa! Kawan, percaya tidak kalau ada satu ritual jika kalian mengunjungi objek wisata Green Canyon ini, yaitu loncat dari tebing yang tingginya kira –kira 3 meter. Jangan buru-buru takut, Kawan, tebing itu berada di atas sungai yang dalam dan kita juga dilengkapi pelampung dan guide berpengalaman. Jadi jangan ragu untuk menantang adrenaline kita, tak ada salahnya, bukan? Dan percaya atau tidak aku dan kawan –kawan seperjalanan, sudah mencobanya dan ketagihan.

Itemnya itu gimana loh..

Selain alamnya yang luar biasa indah, perjalanan menuju Batu Karas meninggalkan keunikan tersendiri tentang penduduknya yang ramah dan tak sungkan untuk berbaik hati pada semua pendatang dan pengunjung yang ada disana. Mulai dari tukang angkutan umum ( Makasih ya buat Kang Ujang, yang bersedia jadi supir buat 3 hari, jadi ngirit ongkos juga ), sampai lelaki -lelaki pantai yang nawarin banana boat, a.k.a Akang Jabrik.

Ngomong -ngomong soal lelaki -lelaki pantai yang walaupun tampangnya gahar, rambutnya rasta -rasta tapi tetep ngomongnya bahasa sunda ( hahaha jadi lucu dengernya ), jadi inget obrolan dengan salah seorang kawan seperjalanan,

” Itu orang sini ya?” tanya kawan seperjalananku saat sedang bersiap naik banana boat
“Iya, kenapa ?”
“Pantesan item”
“Namanya juga anak pantai”
“Iya, itemnya itu loh..gimana gitu..”
“Maksudnya?”
“Sexy aja”
“????!!!”

Itulah, Kawan. Sepenggal kisah aku bersama kawan seperjalanan di tempat bernama Batu Karas. Ga akan bosan untuk kembali lagi kesana suatu saat.

Jakarta – Terminal Pangandaran
Terminal Pangandaran – Terminal Cijulang
Terminal Cijulang – Batu Karas

Authored by : Sinta Mulyasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s