MERBABU PART 1 [Memulai Sebuah Kisah]


Kaki Gn. Merbabu 1

Kaki Gn. Merbabu 2

Kaki Gn Merbabu 3

Ada seribu satu alasan, bahkan lebih untuk kalian mencintai Indonesia. Terlepas dari pemimpinnya yang tak lagi berjiwa patriotisme. Indonesia, ibu pertiwi yang sedang tersedu sedan ini bahkan tak kehilangan pesonanya sama sekali.

Lereng – lereng perbukitannya, lembah – lembahnya yang tersembunyi di balik bayang – bayang hitam pegunungan, tanah basah di hutan – hutannya yang teduh. Semuanya sunyi, diam seperti tak ingin terganggu. Tapi di balik kesunyiannya itu, sejuta makna dan esensi petualangan siap menyapamu, dan menjadikanmu jatuh cinta saat pertama kali menginjakkan kaki disana.

Seperti yang di alami oleh 2 orang pemuda yang terlihat biasa ini. Awal kisah perjalanan mereka meniti jalur – jalur di hutan – hutan pegunungan Merbabu. Lagi – lagi berawal dari sebuah mimpi. Mimpi – mimpi mereka membawa nafas dan tiap langkah mereka menuju sebuah tempat benama “Negeri di Awan”.

Kisah awal pendakian Merbabu dimulai pada tanggal 6 Agustus 2010. Jakarta hari itu sangat panas. Tapi tak sedikitpun mengurangi semangat Jimmy dan Ficko, 2 anak muda itu bergegas melakukan packing barang ke dalam carrier – carrier besar mereka.

Pukul 09.00, mereka beranjak menuju ke stasiun senen, Jakarta. Membeli tiket dengan harga Rp. 26.000, lalu menunggu kedatangan kereta yang akan membawa mereka menuju ke sebuah kota di Jawa Tengah yaitu Semarang.

Perjalanan menuju Semarang di awali dengan mandi peluh dan keringat di dalam kereta rakyat Matarmaja. Cukup lama menunggu kadatangan kereta Matarmaja yang sudah di nantikan oleh banyak penumpang lain. Matarmaja, kereta yang akan mereka tumpangi tiba di stasiun senen. Bersamaan dengan penumpang lain mereka bergegas memasukkan barang dan mencari tempat duduk sesuai nomer tiket. Kereta bergerak menuju Semarang pada pukul 14.30.

Matarmaja terus melaju membelah ibukota. Kereta ekonomi dengan tujuan akhir kota Malang itu akan terus melaju tiada henti. Usianya yang mulai menggerus tiap sisi yang ada di sana. Busa- busanya tak lagi setebal dulu walapun pada kenyataannya, tak pernah tempat duduk di kereta itu punya busa yang tebal. Heheheh😛
Cat – catnya terkelupas, jendelanya buram, kadang kaca – kaca yang terpasang disana seperti iri bukan berada di kereta kelas bisnis maupun eksekutif yang ber – AC. Kaca – kaca berdecit – decit menimbulkan bunyi bising di seantero gerbong. Seandainya dalam kereta eksekutif pastinya kaca – kaca itu berembun terkena uap dingin dari AC yang biasanya di gunakan untuk mengukir kata – kata indah atau sekedar menulis nama pasangan sebagai obat rindu pemisah jarak.

Tapi biarlah, karena 2 tokoh kita sekarang berada di dalam sana. Tanpa mengeluh dan marah – marah. Mereka menerima tiap keadaan yang di sodorkan negeri yang mereka cintai ini. Matarmaja, kursi dengan busa tipi, kaca yang berdecit, debu – debu, semuanya menjadi esensi dan citra petualangan bagi mereka yang membuat kenangan tersendiri. Mereka menghabiskan waktu dengan merokok, obrolan hati ke hati antar lelaki, rokok lagi, tidur, bengong, obrolan lagi, jajan nasi rames Rp. 3000, makan berdua, tidur, bengong, obrolan lagi dan lagi. Hingga pukul 02.00 dini hari, Matarmaja menepi di stasiun di daerah Semarang.

Ficko dan jimmy lalu mengucap kata perpisahan pada Matarmaja dalam diam. Di stasiun Semarang, mereka turun dan Langsung mencari toilet. Dini hari di Semarang mereka habiskan dengan mengurusi urusan perut yang keroncongan, sambil mencari info seputar kendaraan umum menuju salatiga dengan penjual makanan yang mereka dapati tuk memenuhi keinginan perut mereka. Dari penjual makanan itu, ficko dan jimmy memutuskan beristirahat di stasiun Semarang Poncol hingga pagi tiba.

Ficko dan Jimmy beristirahat dekat loket atas saran penjual makanan tadi. Di dekat loket mereka menggelar ponco, dan berusaha memjamkan mata. Walaupun sedikit terganggu dengan nyamuk – nyamuk, mereka tetap beristirahat hingga pukul 05.30 barulah melanjutkan perjalanan.

Penulis : Sinta Muliyasari

2 thoughts on “MERBABU PART 1 [Memulai Sebuah Kisah]

  1. assalamualaikum. ni tulisan bisa wat pelajaran bahasa indonesia😀 paling edit dikit yah, masih ada huruf yang kurang. terus, kan ceritanya masih di perjalanan, belom gunungnya, pics-nya masih kurang tepat. hanya pandangan kerdil saya. mohon maaf bila da yang tersinggung

    1. iya soalnya ga ada foto di perjalanan..para pendakinya cuman 2 orang yang waktu itu ga terlalu mikirin soal foto selama perjalanan..sekarang sejak mulai cerita Jatim baru lah ter inspirasi tuk buat catatan perjalanan yang lengkap..Thanks atas comentnya kita kan perbaiki secepatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s