MERBABU DAN KISAH 2 SAUDARA PART 4 [ JIMMY DAN JALUR –JALUR YANG LANDAI ITU]

Break
View
Wanita - Wanita
View 2
trekking zhafar -gembel

Awan dan Langit

Seorang wanita dengan jaket consina biru tua yang kebesaran duduk tepekur di lereng sebuah savanna. Dari sana ia melamun, melihat ke bawah, kehamparan awan yang putih bergulung –gulung, menerka –nerka bagaimana Tuhan menciptakan awan itu begitu indah. Tinggi, tak tersentuh, suci, bersih, pasrah kemana angin membawa mereka pergi.

Seorang wanita dengan jaket consina berwarna ungu muda berdiri. Melamun sendiri. Mungkin memikirkan bagaimana hamparan desa –desa dibawah sana bisa terlihat begitu indah dari atas sini. Dari ketinggian ini. Apa orang –orang dibawah sana bisa melihatnya berdiri disini??

Continue reading “MERBABU DAN KISAH 2 SAUDARA PART 4 [ JIMMY DAN JALUR –JALUR YANG LANDAI ITU]”

MERBABU DAN KISAH 2 SAUDARA PART 3 [ SEMANGAT MENGALAHKAN SEGALANYA]

Basecamp Cunthel
Break
Dalan Tengah
Dalan Tengah 2
Its Real Beauty

Ada anak kecil yang suka bernyanyi, salah satu lagu kesayangannya adalah ‘Naik Gunung’. Dulu saat ia masih kecil, yang ia tahu judulnya bukan ‘Naik Gunung’ tapi ‘Naik –naik ke puncak gunung tinggi –tinggi sekali’. Orang tuanya tidak setuju, mereka bilang bahwa judul lagunya salah,

“Lagu anak –anak macam apa yang punya judul panjang begitu?!” kata orang tuanya

Si anak tetep keras kepala. Bagi dia judul lagunya  tetaplah ‘Naik –Naik ke Puncak Gunung Tinggi –Tinggi Sekali’. Dia menyanyikan lagu tersebut dengan riang dimana saja, kapan saja, terutama saat ia sedang jalan –jalan dengan kedua orang tuanya dan melihat pemandangan gunung yang terhampar di depannya. Dia terus bernyanyi lagu yang tak pernah ia tahu siapa gerangan penciptanya. Liriknya kurang lebih seperti ini :

Naik – naik, ke puncak gunung
tinggi – tinggi sekali
Naik – naik, ke puncak gunung
tinggi – tinggi sekali

Kiri – kanan kulihat saja
banyak pohon cemara
Kiri – kanan kulihat saja
banyak pohon cemara

Continue reading “MERBABU DAN KISAH 2 SAUDARA PART 3 [ SEMANGAT MENGALAHKAN SEGALANYA]”

MERBABU DAN KISAH 2 SAUDARA PART 2 [ ORANG –ORANG DIBALIK MIMPINYA]

 

Gapura Cunthel

Rombongan

AGN

Berjalan

Orang – orang – rasio

Hutan Damar

 

ZFR

          Aero terguncang –guncang didalam botol minum yang ada di sebuah tas. Didalam gelap. Yang ia tahu, orang yang sedang membawa tas itu sedang berjalan. Tak henti berjalan. Sesekali guncangannya keras. Dan Aero hanya berusaha pasrah. Karena begitulah ia harus memenuhi takdirnya sendiri.

ORANG –ORANG DIBALIK MIMPINYA

         Tidak lengkap rasanya kalau kita bicara soal catatan perjalanan tetapi tidak tahu siapa saja orang –orang yang ada dibalik perjalanan itu. Maka, kalau buku ‘5 cm’ punya voltus gank, di perjalanan Merbabu ini kita punya 9 manusia,  yang membuat perjalanan ini tidak pernah sepi dari hingar bingar, celaan, dan aib masing –masing.

And here we go, I proudy present

The people’s who make this jouney soooooo colourfull,

Continue reading “MERBABU DAN KISAH 2 SAUDARA PART 2 [ ORANG –ORANG DIBALIK MIMPINYA]”

MERBABU DAN KISAH 2 SAUDARA [HIDUP HARUSNYA SEPERTI INI, KAWAN]

BUKAN PROLOG

Teringat dengan salah satu kalimat seorang kawan baik, di akhir sebuah perjalanan :

Pernah ga, lu berhenti berjalan sejenak? Bukan karena capek, tapi karena saking terpesonanya sama pemandangan yang ada di depan mata..

…Gua pernah..

Ficko Figama Irwan

 

Kalimat itu diambil dari salah seorang sahabat seperjuangan. Kalimat itu seperti berusaha menandakan dan memperlihatkan kemegahan yang Tuhan berikan di tiap sisi hutan –hutan pegunungan Merbabu. Salah satu tempat yang kembali membuat kami berani bermimpi untuk satu tujuan.

Dan mimpi itu kembali tertuang dalam catatan perjalanan ini,

Kami namakan ini “Merbabu dan Kisah 2 Saudara

Dan catatan ini untukmu, Kawan..

***

Di langit ada awan tenang yang tak bisa dipisahkan dari birunya horizon. Mereka indah berarak –arak riang. Bergerombol. Kadang saat mereka sedang gembira, mereka tak segan –segan memamerkan sekujur tubuhnya yang teramat putih, halus, dan tak tersentuh. Menaungi teduh, apapun yang ada di bawahnya.

Namun saat mereka marah dan tak enak hati, awan –awan yang semula cantik berseri –seri tadi tak lagi bersih. Mereka dengan bersama –sama serentak membuat langit menjadi hitam, kemarahannya tak sampai disitu, kadang mereka lontarkan kilat –kilat cahaya yang disusul auman petir yang menggelegar.

Lain halnya jika mereka sedih. Segenap alam semesta akan dibuatnya menangis. Hingga titik –titik air membanjiri mayapada. Air mata bidadari langit itu akan turun ke bumi menjadi hujan. Pasrah terhempas ke apapun yang ada di bawah sana. Jika beruntung titik –titik air itu meluncur menuju rerimbunan hutan, meresap ke dalam tanah, mengendap dan terdiam, menunggu untuk akar –akar tumbuhan menemukannya dan meresaplah ia kesana, si tumbuhan tau –tau akan jadi hijau segar dengan ranting yang kokoh.

Titik –titik air yang menjadi hujan lainnya jatuh di tempat yang berbeda. Yang malang akan langsung jatuh di saluran –saluran ibukota. Kotor, sampah berserakan, mampet dan bau. Yang lain bisa jatuh di banyak tempat, kali Ciliwung, atap mobil yang kemudian di gilas wiper yang kerjanya seumur hidup hanya bergerak ke kiri dan kanan, atau bisa juga jatuh di atap rumah, merembes ke langit –langit rumah karena bocor dan berakhir di ember atau panci yang dijadikan tatakan.

Bicara tentang titik –titik hujan. Di langit ada sebuah kisah tentang dua saudara. Mereka adalah titik –titik air bersaudara. Yang satu bernama Aero yang lain bernama Aera. Mereka naik kelangit bersama –sama karena sang matahari menyinari sebuah kubangan air bekas hujan yang menggenang di depan pos ronda di sebuah desa. Mereka menguap terkena cahaya sang matahari pagi itu. Setelah terbang ke langit dan mengendap menjadi awan. Angin kini menentukan nasib mereka. Angin yang berhembus melayang –layang itu memisahkan Aero dan Aera.

Tak tau ampun, Aero yang kini mengendap di awan terarak –arak menuju ke sebuah tempat bernama ibukota. Beruntung iya tak berakhir di kali ciliwung yang kotor atau selokan mampet. Hujan menghempaskannya ke pelataran rumput, rumah sebuah keluarga. Ia merembes menjadi air tanah, tersaring mesin pompa rumahan, direbus didandang, dan masuk ke botol minuman seorang perempuan muda, bersama titik air lainnya.

Lain hal dengan Aera, ia melayang terarak mengikuti arah angin membawanya pergi. Jauh meninggalkan tempat dimana ia bersama –sama Aero menguap. Ia terombang –ambing di langit. Melewati kota –kota dan desa –desa, hingga sampai di sebuah hutan hujan yang hijau. Lembah –lembahnya mempesona, langitnya biru lazuardi. Lalu diguyurlah hujan hujan itu dengan air yang tumpah dari langit. Turunlah Aera berserta ribuan titik –titik air lainnya ke muka bumi. Menyentuh tanah ibu pertiwi yang masih subur. Mengalir ke dalam tanah, berkumpul, beriak –riak menjadi sungai. Indah bukan buatan.

Lalu apa hubungannya cerita 2 saudara tadi dengan kisah yang akan dituturkan nanti? Berhubungan sekali, Kawan. Kisah Aero dan Aera tak lepas hubungannya dari Kisah 9 orang anak manusia yang lagi –lagi tergerak dari sebuah mimpi. Walaupun mereka tak menyadari, perjalanan mereka sedikit demi sedikit menentukan nasib 2 saudara tadi.

Stasiun Senen

Zhafar

Bus

Tidur

Smile, Sleep, and Happy

Continue reading “MERBABU DAN KISAH 2 SAUDARA [HIDUP HARUSNYA SEPERTI INI, KAWAN]”